Jakarta - Ucapan anggota DPR Wa Ode Nurhayati yang menyebut pimpinan DPR sebagai penjahat anggaran di 'Mata Najwa' dimaksudkan untuk menyindir Wakil Ketua DPR Anis Matta. Namun Anis tidak mempermasalahkan hal itu.
"Saya tidak menyikapi ini sebagai masalah personal. Saya menyikapi kaitannya dengan tugas saya saja yaitu meneruskan alat kelengkapan Dewan. Segala keputusan Badan Anggaran (Banggar) harus kita teruskan, dalam hal ini ke Kemenkeu," ujar Anis di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (31/5/2011).
Politisi PKS ini enggan menyikapi lebih jauh ucapan Nurhayati itu. Bahkan terkait desakan dari pihak-pihak tertentu yang meminta Nurhayati meminta maaf, Anis menolak berkomentar.
Anis mengaku sikapnya ini karena membatasi diri dalam kapasitas tugasnya sebagai koordinator keuangan. Tugas di bagian keuangan adalah meneruskan segala keputusan Banggar.
"Jika punya masalah silakan diajukan. Kalau ada permasalahan hukum diajukan," imbuh dia.
Apakah ini serangan balik ke PKS terkait calo anggaran?" tanya wartawan.
"Saya kira tidak. Kalau punya data silakan saja lebih gentle," jawab Anis.
Nurhayati dalam acara 'Mata Najwa' pada Rabu (25/5) yang bertema 'Mafia Angka' menyebut pimpinan DPR bersama Menteri Keuangan dan pimpinan Banggar sebagai penjahat anggaran. Ketua DPR Marzuki Alie merasa tersinggung atas ucapan itu.
Ucapan ini yang memicu kemarahan Marzuki sehingga melaporkannya ke BK.Padahal Nurhayati kemudian mengakui bahwa dirinya bermaksud menyindir Anis Matta yang dinilai dengan seenaknya mengubah alokasi anggaran untuk daerah. Menurut Nurhayati, sebenarnya Banggar DPR sudah melakukan rapat pada 2010 lalu dan diputuskan 120 daerah mendapat kucuran dana untuk daerah tertinggal.
Tapi ternyata 120 daerah tersebut tidak jadi mendapat dana. Belakangan dia mendapat surat tembusan dari fraksinya yakni FPAN yang menunjukkan bahwa ada surat dari Anis Matta kepada pemerintah soal dana untuk 120 daerah yang tidak jadi dikucurkan tersebut.
Recent Posts
Kamis, 09 Juni 2011
0 komentar